Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, Bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Dr. Yopie.M.I.Patiro, SH,MH, didampingi Kabid Budidaya Perikanan Provinsi Sulteng Mohammad Syafar, Kabid Pengawasan Perikanan Prov Sulteng Agus Sudaryanto, mengunjungi kompleks budidaya ikan di Kampung Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru. Kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah merupakan kunjungan untuk membuka panen raya ikan air tawar, sekaligus memperkenalkan kembali kepada masyarakat Kabupaten Sigi "Program Berani Tangkap Banyak", dimana program ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan budidaya ikan air tawar seperti nila dan sidat di wilayah yang memiliki potensi lahan dan sumber air yang memadai, Gubernur juga berharap setiap daerah di Sulawesi Tengah dapat memiliki kawasan khusus untuk budidaya ikan dengan menggunakan system Bioflok, sehingga masyarakat dapat mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini tidak henti-hentinya Gubernur Sulawesi Tengah memberikan pesan kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Sigi, "Berani Tangkap Banyak" tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi ikan, tetapi juga terciptanya lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata, serta pentingnya gemar makan ikan untuk perkembangan anak-anak, supaya anak-anak di Sulawesi Tengah terhindar dari gizi buruk dan stunting.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng, Dr Yopie.M.I. Patiro,SH,MH, mengatakan budidaya ikan dengan mengunakan sistem kolam terpal atau Bioflok yang ada di Kelurahan Petobo menjadikan pilot project (proyek percontohan) oleh berbagai daerah di Sulawesi Tengah, sehingga program ini utamanya bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan, memanfaatkan lahan kosong/pekarangan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Metode ini sangat efektif dalam memenuhi kebutuhan ikan pada masyarakat Sulawesi Tengah, dan bisa menjadi pembelajaran tematik buat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan, Universitas maupun para pengusaha dibidang perikanan, sehingga dapat memajukan sistem bioflok baik di tingkat kabupaten, daerah maupun sampai di tingkat Provinsi. Dalam hal ini, ikan konsumsi air tawar sudah cukup dikenal dan digemari oleh sebagian besar masyarakat, sehingga berbagai produk ikan menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Oleh karena itu, budidaya ikan air tawar merupakan alternatif untuk menghasilkan ikan konsumsi.

Perwakilan Komunitas Bioflok "Jackson", mengemukakan dalam usaha budidaya system bioflok tergolong mudah dan dapat dilakukan dengan biaya yang terjangkau. Dikarenakan kolam bioflok dapat dibuat di rumah (memiliki pekarangan halaman yang cukup), sehingga tidak memakan areal yang banyak. Kolam bioflok ada berbagai macam ukuran, sehingga masyarakat perkotaan bisa memiliki kolam bioflok yang sesuai dengan ukuran yang di inginkan. Perawatan dengan sistem kolam bioflok sangat mudah yaitu Perawatan kolam bioflok fokus pada menjaga kualitas air melalui aerasi konstan, pemantauan parameter air (pH, DO, warna), manajemen pakan yang efisien (kurangi porsi, beri pakan tambahan flok), dan memastikan peralatan aerasi berfungsi baik, dengan penggantian air hanya jika flok terlalu banyak atau bau tidak sedap, demi mengubah limbah menjadi protein mikro untuk ikan. Dengan perawatan rutin ini, sistem bioflok akan menguntungkan dengan mengurangi biaya pakan dan air, serta meningkatkan produktivitas.
Sumber: PPID Dislutkan Prov. Sulteng