Giat Pimpinan

PANEN PERDANA UDANG VANNAMEI PADA TAMBAK INTENSIF DI TAIPA, BUKTI NYATA HASIL KERJA CERDAS & KERJA TUNTAS DKP SULTENG DALAM PROGRAM BERANI TANGKAP BANYAK

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah "Reny A Lamajido", bersama Kepala DKP Sulteng "Dr.Yopie M.I. Patiro, SH.,MH, Kabid Budidaya & P2HP Sulteng "Mohammad Syafar, S.Pi, Sekdis DKP Sulteng "Sapprudin, S.Sos beserta ibu Dharma Wanita DKP Sulteng dan Staf Bidang Budidaya & P2HP yang turut serta dalam mengikuti kegiatan panen perdana udang Vannamei milik Haji Fahmi Thalib Farm (Kelompok Binaan DKP) di Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu.

Kehadiran Wagub Prov. Sulteng "Reny A Lamadjido" membuka dan sekaligus melakukan panen perdana/parsial sebagai bentuk komitmen  Pemerintah Daerah Provinsi Sulteng terhadap akselerasi capaian Program BERANI Tangkap banyak melalui sinergi Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng sebagai leading sektor dengan kelompok binaan atau pengusaha budidaya udang Vannamei. Wakil Gubernur Prov. Sulteng juga mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya terhadap Kepala DKP Prov. Sulteng yang bergerak cepat dalam meningkatkan produktivitas perikanan air payau, air tawar maupun perikanan laut untuk memenuhi target Program Gubernur "BERANI TANGKAP BANYAK" dalam mensejahterakan nelayan maupun kelompok binaan perikanan. Pernyataan lainnya, Wagub Prov. Sulteng terus berkomitmen untuk mendukung kebijakan penganggaran dalam hal permodalan demi terpenuhinya Program Berani Tangkap Banyak, sehingga budidaya ikan maupun udang terus berlanjut dan bisa  menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wagub Prov. Sulteng menyatakan siap menghubungkan dengan pihak perbankan ataupun pengusaha besar serta kelompok-kelompok budidaya perikanan lokal untuk memperkuat budidaya udang vannamei sebagai pilar ekonomi biru daerah melalui program BERANI Tangkap Banyak. Pemerintah Daerah Prov.Sulteng berharap memperoleh dukungan dari pihak perbankan baik itu dari Bank BNI 46 dan Bank BSI supaya produksi udang Vannamei yang menggunakan system teknologi semi intensif ini bisa mendukung percepatan ekspor produk perikanan melalui skema permodalan, sehingga dengan bantuan dari pihak perbankan bisa melahirkan kelompok perikanan maupun pengusaha budidaya perikanan yang siap menerapkan prinsip budidaya yang berkompeten, berkelanjutan dan memajukan pengelolaan perikanan di Sulawesi Tengah.

Dalam pemasaran perikanan yang sering dikeluhkan oleh banyak budidaya ikan yaitu pangsa pasar yang relatif sedikit, sehingga Pemda Prov. Sulteng selalu berusaha untuk menyediakan tempat pemasaran yang tepat walaupun masih dalam skala pemasaran lokal namun berkelanjutan, serta dengan persyaratan yang dapat dipenuhi sesuai kesepakatan Bersama tanpa saling merugikan satu sama lain.

Dalam hal ini Kepala DKP Sulteng "Dr.Yopie M.I. Patiro, SH.,MH" mengutarakan target produksi udang dipengaruhi oleh sebaran lahan yang ada di beberapa titik di Sulawesi Tengah dan baru termanfaatkan sebesar 1.280 Ha, sedangkan potensi produksi udang terbesar di Sulteng yaitu di Kabupaten Donggala, Tolitoli, Parigi Moutong, Banggai dan Kotab Palu. Kiat DKP Sulteng dalam memenuhi kebutuhan udang secara berkelanjutan dengan cara mempersiapkan kesehatan benih, memberikan pendampingan teknis, mempelajari teknologi dalam pengelolaan budidaya udang dan memenuhi standar Cold Storage dalam penjaminan mutu pengolahan udang di Sulteng.

Setelah memberi sambutan, Wagub Prov. Sulteng dan didampingi langsung Kepala DKP Prov. Sulteng, Dr. Yopie M.I. Patiro, SH., MH., bersama jajaran, dan perwakilan Bank Syariah Indonesia dan Bank BNI 46 untuk mengikuti tebar jala sebagai dibukanya panen perdana udang Vannamei milik Haji Fahmi Thalib Farm di Taipa-Palu.

Sumber: PPID Dislutkan Prov. Sulteng